Proyeksi untuk semester kedua pelaksanaan APBN 2025, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 4,7–5,0%, dengan inflasi terkendali antara 2,2–2,6%. Pemerintah juga menargetkan penerimaan negara mencapai Rp2.865,5 triliun atau 95,4% dari target, dengan langkah-langkah optimalisasi penerimaan negara yang terus akan dilakukan.
Pada akhir sesi pemaparan, Menkeu menyampaikan APBN akan terus dijaga tetap sehat dan kredibel sehingga dapat terus menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, dan menjalankan program-program prioritas nasional di tengah tantangan global yang meningkat.
“APBN 2025 luar biasa dinamis dalam pelaksanaannya. Tapi kami akan berusaha untuk menstabilkan dan bekerja keras agar APBN tetap terjaga sehat dan kredibel,” pungkas Menkeu. (ahmad)
