Dibalik akses cepat dan solusi kredit digital, Ibu juga perlu tetap mawas diri. Sebab, data dari Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI OJK) mencatat lebih dari 15 ribu aduan terkait pinjaman ilegal sepanjang 2024, dan paling banyak melapor justru perempuan produktif di usia 26-35 tahun.
Alih-alih mau mencari solusi, akses kredit digital tidak dibarengi sama pemahaman malah bisa menjadi boomerang buat para Ibu.
Menurut Psikolog, Marissa Meditania bahwa banyak Ibu berperan sebagai “menteri keuangan” keluarga dan sering kali membuat keputusan finansial dalam kondisi kurang ideal.
“Bukan karena tak peduli, karena harus bertindak cepat di tengah rutinitas padat dan dorongan kuat tuk melindungi keluarga dan akses edukasi belum rata. Keputusan finansial sering diambil sambil masak, antar anak, atau mengurus rumah. Akhirnya, kebutuhan hari ini terasa lebih penting daripada memikirkan dampaknya di kemudian hari,” kata Marissa dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

