“Fornas VIII ini menjadi bukti bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia bukan hanya menjadikan olahraga itu sebagai gaya hidup tetapi mereka juga peduli dengan kelestarian olahraga tradisional. Tidak hanya itu saja, FORNAS mendorong sport tourism,” tambahnya.
Wajar memang jika terjadi pembengkakan jumlah orang yang datang ke NTB. Dua tim suport dari Aceh yakni Hanan dan Sunarwadi mengaku baru tiba Rabu, 30 Juli 2025. Keduanya ditemui di Mall Mataram saat menyaksikan Barongsai.
“Kami datang ke NTB untuk memberikan support bagi Kontingen KORMI Aceh. Cukup nyaman di sini. Sama juga seperti di Aceh,” kata Hanan.
“Dari sisi penyelenggaraan cukup bagus. Lihat saja Barongsai yang digelar di Mall Mataram dimana pengunjung bisa menyaksikannya,” timpal Sunarwadi.
Yang cukup mengejutkan, di FORNAS VIII jumlah lansia yang terlibat cukup besar mencapai 1.399 orang (terdiri dari 1.005 orang berusia 56-65 tahun, dan 394 orang berusia di atas 66 tahun).
Mereka tergabung dalam Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti), Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI), dan Perkumpulan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi).
“Pak Amin Aminullah yang mantan Walikota Banda Aceh juta tampil di tenis veteran,” kata Sunarwadi.
