“Kesuksesan FORNAS VIII ini menjadi pelajaran berharga dan membuat KONI NTB semakin pede saat menjadi tuan rumah pada PON 2028 mendatang.
Kenapa demikian? Karena, kita sudah memiliki SDM yang mumpuni. Itu telah dibuktikan di FORNAS VIII. Kita tinggal hanya memanej mereka dan diberikan pembekalan sehingga upaya mensukseskan PON 2028 mendatang bisa terwujud,” tegas pria yang menggunakan topi koboi ini.
Terkait pelaksanaan FORNAS VIII, kata Mori Hanafi yang juga Ketua FONI (Federasi Orienteering Nasional Indonesia) NTB, harus dilihat dari sisi positifnya. “Saya perkirakan sudah menembus angka 25.000 penggiat dan pendukung yang datang ke NTB. Boleh saya bilang NTB tercatat sebagai Provinsi Bagian Timur Indonesia yang perputaran ekonomi cukup besar saat menjadi tuan rumah FORNAS,” paparnya.
Dari data panitia, FORNAS VIII yang berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 nanti, menghadirkan lebih dari 20.000 pegiat dan pendukung olahraga rekreasi dari 74 INORGA. Namun lebih dari itu, NTB berhasil mengangkat perhelatan ini menjadi panggung promosi kekayaan alam dan budaya lokal.
Dari Mandalika yang menawan hingga keindahan Rinjani yang megah, seluruh venue FORNAS NTB menghadirkan pengalaman otentik.
