“Kalau kami tugasnya adalah mempersiapkan pasukannya. Mempersiapkan pasukan untuk siap bagaimanapun ditugaskan di mana pun tempatnya,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai keputusan untuk tetap menggelar upacara di Jakarta bukanlah hal yang mengejutkan. Dia menyebut, keputusan tersebut sangat rasional dari sisi efisiensi anggaran dan kesiapan teknis.
Upacara Agustusan harus hikmat dan khusyuk di tempat yang secara infrastruktur sudah siap,” kata Adi saat dihubungi semalam.
Namun, keputusan untuk mengembalikan upacara HUT Kemerdekaan ke Jakarta, tentu menimbulkan spekulasi politik. Sebab, IKN merupakan warisan Jokowi di akhir masa jabatannya.
Kendati demikian, Adi menilai, substansi dari peringatan hari kemerdekaan tidak bergantung pada lokasi. Melainkan pada tujuannya, yakni memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia.
Mungkin memang IKN belum dilihat terlalu urgen untuk saat ini sebagai lokasi upacara Agustusan. Tapi, upacara di Jakarta maupun IKN sama saja,” pungkasnya.
