Ia menegaskan kapal tersebut menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan dan panggilan dari pasukan angkatan laut Houthi.
AS mengutuk serangan terhadap Eternity C dan kapal lain bernama MV Magic Seas yang juga diserang pada akhir pekan.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, disebutkan serangan ini menunjukkan ancaman nyata dari pemberontak Houthi yang didukung Iran terhadap kebebasan navigasi serta keamanan ekonomi dan maritim kawasan.
Kapal Eternity C sendiri adalah kapal pengangkut berbendera Liberia yang dioperasikan oleh perusahaan Yunani. Serangan terhadap kapal ini terjadi pada Senin malam waktu setempat, dan dikategorikan sebagai dugaan serangan Houthi oleh Pasukan Angkatan Laut Uni Eropa (EU Naval Force).
Sementara itu, Saree juga mengklaim bahwa kapal Magic Seas sebelumnya diserang menggunakan dua kapal tak berawak, lima rudal balistik dan jelajah, serta tiga drone.
Kelompok Houthi telah rutin melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak akhir 2023.
