“Saya memilih Arema karena saya punya teman, Gustavo Lopez. Dia bermain di sini untuk waktu yang lama. Dia banyak cerita pada saya tentang tim ini. Dia bilang tentang Arema, tentang suporter, dan tim. Menurut saya, tim seperti inilah yang ingin saya bela,” kata Ian Puleio.
Secara posisi, dia dikenal fleksibel di lini depan, terutama sebagai winger. Berdasarkan pengalamannya, dia bisa dioperasikan di sisi kanan, yang kemungkinan besar akan menjadi zona tugas barunya bersama Arema FC.
Sebelum bermain untuk Excursionistas, dia sempat merasakan atmosfer Liga Utama Montenegro bersama FK Decic Tuzi selama dua tahun. Ia bahkan sukses mempersembahkan gelar juara Montenegro Cup musim 2024/2025.
“Ini bukan kali pertama saya bermain di luar Argentina. Saya pernah bermain enam bulan di Ekuador. Saya juga bermain selama dua tahun di Montenegro, di kasta tertinggi. Jadi, ini adalah kali ketiga bagi saya bermain di luar Argentina,” katanya.
Selain itu, sebelum bergabung, dia juga sudah mempelajari kompetisi Indonesia dan mengamati kekuatan beberapa tim besar.
