Kejuaraan dunia ini akan mempertandingkan 35 kelas, dengan rincian pada sektor youth yang berisikan atlet berusia 16-18 tahun memainkan 14 kelas dan di sektor junior yakni usia 18-20 tahun akan mempertandingkan 21 kelas.
“Total 35 kelas yang akan dipertandingkan. Di youthnya tidak ada namanya combat Sambo, pukulan combat tidak ada, sedangkan di sektor juniornya ada combat Sambo, itu juga untuk putra saja, sehingga yang putri tidak diperbolehkan combat Sambo,” tutur Olympian yang berlaga di tiga Olimpiade itu.
Olahraga Sambo di Indonesia memang masih tergolong ‘seumur jagung’, namun perkembangannya sangat cepat. Bukan hanya sudah dipertandingkan di PON, Sambo juga menyumbangkan empat medali amas bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 Manila. Bahkan, Desiana Safitri yang merupakan penyumbang medali emas SEA Games tersebut bisa menunjukkan prestasi membanggakan dengan meraih perak pada Kejuaraan Sambo Asia & Oceania 2025 Uzbekistan. (bam)

