“Komunikasi baik harus menjadi pendekatan utama. Hindari tindakan represif. Bangun kepercayaan publik,” imbuhnya.
Menjelang peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional pada 19 September mendatang, Kakorlantas Irjen Agus juga menginstruksikan agar seluruh Dirlantas jajaran membuat blue print atau cetak biru pencegahan kecelakaan lalu lintas yang aplikatif dan terukur di wilayah masing-masing.
Senada dengan Kakorlantas, Dirlantas Polda Jateng, Kombes M Pratama Adhyasastra juga mengajak seluruh klub otomotif di Jawa Tengah untuk aktif mengampanyekan tertib lalu lintas.
“Komunitas otomotif punya kekuatan sosial yang besar. Gunakan itu untuk menjadi duta keselamatan di jalan. Kampanyekan tertib lalu lintas secara masif,” ujar Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pratama.
Sehingga respon positif pun datang dari berbagai komunitas yang hadir. Anggota komunitas otomotif asal Kota Semarang, Aini menyatakan kelompoknya siap menjadi jembatan antara Polantas dan masyarakat dalam menyosialisasikan program-program keselamatan berlalu lintas.

