Di paruh babak pertama, All Stars Bandung masih gigih mempertahankan dominasi permainan. Percobaan untuk direct shooting depan gawang oleh striker Dian Aprilia Pary juga masih gagal bersarang. All Stars Tangerang tak menyerah untuk terus ngotot memberi tekanan balasan. Bahkan kiper All Stars Bandung, Elbian Defika Aryasatya harus melakukan save bertubi-tubi dari tembakan bola keras yang diceploskan lini serang All Stars Tangerang usai mampu menerobos kotak penalti. Hingga tambahan waktu 1 menit di babak pertama selesai, tidak ada gol tercipta.
Usai turun minum, jajaran pelatih All Stars Bandung mulai melakukan rotasi pemain untuk menjaga stabilitas pertahanan maupun penyerangan. Di sisi lain, All Stars Tangerang tak gentar menggempur pertahanan lawan. Perebutan bola dan aksi jual beli serangan kerap berlangsung. All Stars Bandung yang intens memberikan serangan, dapat diredam dengan pola bermain simpel dan terorganisir ala All Stars Tangerang.
All Stars Tangerang terus membayangi ketat pergerakan All Stars Bandung. Hampir tidak ada ruang cukup untuk mengumpan bola. Kemelut di zona bahaya All Stars Tangerang terus berlanjut. Keputusan tim pelatih All Stars Bandung untuk bongkar pasang pemain membuahkan hasil. Memanfaatkan kondisi fisik All Stars Tangerang yang mulai menurun di 10 menit akhir babak kedua, penggawa All Stars Bandung kompak memanfaatkan bola-bola mati.
