Selain memikirkan prosedur medis yang cukup berat, Susi juga khawatir tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap perawatan hemodialisis dengan kisaran kurang lebih satu juta per tindakan. Beruntungnya ia langsung mendapatkan pencerahan dari petugas rumah sakit, sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif dan mengikuti alur pelayanan, seluruh biaya yang timbul akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan secara penuh.
“Dulu tuh saya mikir cuci darah itu mahal banget, apalagi saya harus mendapatkan perawatan dua kali dalam seminggu, kalau dihitung bisa delapan sampai sepuluh juta sebulan hanya untuk itu saja, belum lagi biaya hidup sehari-hari, berat banget pastinya. Tapi setelah diberitahu kalau BPJS Kesehatan akan menanggung biayanya alias gratis, saat itu saya merasa sangat bersyukur dan lega, ternyata program ini sangat membantu kami bagi kami yang sakit dan butuh pengobatan atau perawatan,” ucapnya.
Susi menjelaskan manfaat yang didapatkannya untuk perawatan penyakit ginjal yang dialaminya terdiri dari tindakan pemasangan akses cuci darah yang dikenal dengan cimino, obat-obatan penunjang yang dikonsumsi setiap hari, hingga proses cuci darahnya. Ketika ditanyai seputar kesan pelayanan sebagai pasien pengguna Program JKN di fasilitas kesehatan, ia mengaku merasa sangat dilayani dengan baik, fasilitas yang diberikan juga tidak dibedakan dengan pasien umum.

