Ia mengamati banyak kewenangan Kementerian BUMN kini dilaksanakan oleh Danantara. Padahal, kinerja Erick selama lima tahun terakhir dinilai cukup baik, terbukti dari kenaikan laba konsolidasi BUMN yang melonjak dari Rp13 triliun pada 2020 menjadi Rp304 triliun pada 2024.
Selain itu, rekor dividen yang disumbangkan BUMN juga mencapai Rp85,5 triliun.
“Kalau semua peran kementerian dialihkan ke Danantara, kenapa tidak sekalian saja menterinya diganti dengan Menteri Danantara? Ini supaya jelas. Karena kami melihat transformasi di tangan Pak Erick sebenarnya sudah sangat bagus,” ungkap politisi Fraksi PDI Perjuangan ini. (far)
