Ia menegaskan bahwa seluruh kepala daerah yang tidak hadir secara fisik wajib mengikuti secara daring bersama jajaran Pemda masing-masing, termasuk para kepala desa. Mendagri menjelaskan, kehadiran para kepala daerah memiliki arti strategis, utamanya untuk menyaksikan langsung model percontohan Kopdeskel yang diresmikan Presiden, serta mendengarkan arahan langsung mengenai pelaksanaan program tersebut.
“Ini adalah Program Strategis Nasional, sekali lagi Program Strategis Nasional [meliputi] MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih kemudian Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, Program Strategis Nasional yang wajib untuk diikuti dan dilaksanakan, didukung oleh seluruh pemerintahan daerah,” ujarnya.
Di samping itu, Mendagri turut mendorong Pemda memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan peluncuran di wilayah masing-masing, termasuk untuk kebutuhan legalitas seperti pembiayaan akta notaris dalam pendirian Kopdeskel.
Adapun dalam peluncuran ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan selaku Ketua Satgas Nasional, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Selain itu, turut bergabung ke atas panggung Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta pejabat terkait lainnya. (sol)
