Ketum KONI Pusat juga sampaikan kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) untuk melakukan evaluasi kepada para atlet. Organisasi olahraga harus membuat program yang mampu mengantar atlet-atlet tenis meja lebih baik. “Kita ada untuk melayani atlet, kita untuk mengantar atlet meriah juara,” tutup Marciano.
“Kehadiran kita merupakan wujud kecintaan kepada bangsa dan negara yang kita cintai,” sambungnya mengingatkan peran organisasi olahraga.
Terkait adanya tantangan organisasi olahraga yang terjadi, Ketum KONI Pusat ingatkan untuk memiliki prinsip. “Dinamika harus dihadapi dengan merujuk aturan yang benar. Kita jangan melakukan hal yang diluar aturan,” tambahnya.
Namun begitu, seluruh organisasi harus fokus pada upaya mempersiapkan atlet meraih prestasi melalui berbagai single/multi event yang semakin banyak. “Selain PON, tenis meja di bawah PTMSI dipertandingkan pada Pekan Olahraga Kabupaten/Kota, Pekan Olahraga Provinsi, Pekan Olahraga Indoor dan berpotensi di Pekan Olahraga Remaja.
Ketum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB.PTMSI) Peter Layardi Lay sebelumnya memotivasi para atlet. “Kalian akan menggantikan teman-teman kita yang senior.,” yang akan menjadi atlet pemain Indonesia yang bisa memberikan prestasindi tanah air. katanya.
