“Kalau soal ending, itu kesalahan saya pribadi. Instruksi saya secara pribadi ingin lolos dengan segala macamnya. Kita mencari overtime itu supaya bisa kejar lagi 10 poin,” ujarnya.
“Saya mohon maaf kalau saya mencederai game ini dan saya siap bertanggung jawab untuk apapun atas nama Merpati di game tadi,” lanjutnya.
Sebagai lawan di pertandingan ini, Pelatih PS ROAR Jakarta Amin Prihantono mengatakan bahwa tim asuhannya bernafsu memasukkan poin jika poin itu mutlak dua poin. Apalagi, PS ROAR Jakarta jika ingin lolos tidak boleh kalah lebih dari selisih 8 poin.
Kata Amin, saat margin 10 poin, dia ingin menang. Hingga di akhir kuarter keempat, mereka mampu memperkecil ketertinggalan sampai satu poin.
“Merpati melakukan game-nya itu sangat berbeda di luar ekspektasi saya karena pemainnya memasukkan bola di ringnya sendiri disengaja. Sehingga saya instruksikan pemain saya untuk memastikan memasukkan bola dua free throw. Karena jika gak masuk satu, bisa overtime. Mungkin pemain saya tidak siap dengan tekanan itu sehingga terjadi seperti itu,” jelas Amin.

