“Model kapal sungai ini dirancang dengan bentuk lambung katamaran, menggunakan bahan utama High Density Polyethylene (HDPE) yang ringan. Tahan korosi, dan teknologi produksi modular knock-down, mudah dirakit secara modular di Lokasi,” jelasnya.
Kapal ini dilengkapi dengan sistem mekanik di bagian depan yang berfungsi mengangkat timbulan sampah terapung seperti plastik, styrofoam, dan ranting dari permukaan sungai ke dalam bak penampungan. Sampah dikumpulkan secara mekanis, tanpa perlu diambil secara manual oleh petugas.
“Pengembangannya telah melalui sejumlah tahapan penting termasuk survei batimetri di Sungai Kalimati Surabaya dan pengamatan langsung terhadap kapal nelayan HDPE di Telocor, Sidoarjo. Rancang bangunnya juga telah melalui simulasi performa hidrodinamika dan struktural, serta telah memperoleh perlindungan paten resmi atas bentuk lambung, rancangan sistem mekanik, dan struktur modularnya,” urainya.
Saat ini, imbuh Meitha, teknologi kapal berada pada Tingkat Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level / TRL) 4–5, dan tengah dipersiapkan untuk memasuki tahap pembangunan purwarupa. Uji coba langsung melalui prototipe menjadi langkah penting dalam memverifikasi performa teknis dan kesiapan kapal untuk diimplementasikan di lapangan.
