“Selain inovasi teknik modular knock-down, terdapat dua keunggulan lain dalam rancang bangun kapal ini, yakni penggunaan konveyor yang berfungsi sebagai alat pemindah otomatis yang menghemat tenaga manusia dan mempercepat proses pemindahan sampah,” imbuhnya.
Menurutnya, sistem ini membuat alur pengolahan menjadi lebih rapi, terstruktur, dan terus-menerus tanpa gangguan; Penggunaan alat cacah sampah yang memberikan banyak keuntungan dalam pengelolaan limbah, terutama pada sistem yang membutuhkan efisiensi tinggi dan otomatisasi. “Inovasi ini dikembangkan tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengendalian sampah dan restorasi sungai secara berkelanjutan di kota-kota Indonesia,” tegasnya.
Ia memaparkan, kajian riset dan inovasi ini menghasilkan teknologi yang telah mendapatkan Patent Granted nomor IDP000099152 dengan judul paten ‘Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah.
“Klaim patent meliputi, kapal sungai pengangkut timbulan sampah terdiri dari dua lambung HDPE, atap, mesin tempel, dan konveyor depan yang dilengkapi alat pencacah melintang. Digerakkan sistem hidrolis, terhubung ke bak sampah di belakang dan jalur pembuangan,” ujarnya.
