Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menyebutkan penanganan sampah yang bisa diolah setiap hari sekitar 500 kg, dengan hasil cacahan yang dikeringkan sekitar 400 kg. “Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan irigasi adalah penumpukan sampah di saluran yang mengganggu aliran air. Melalui pengolahan ini, kami berharap distribusi air semakin lancar dan produktivitas pertanian meningkat,”jelas Dwi Agus.

Selain pengolahan sampah, BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga sedang melakukan modernisasi DI Rentang melalui peningkatan keandalan penyediaan air, prasarana, manajemen irigasi, lembaga pengelola dan sumber daya manusia. DI Rentang saat ini melayani lahan pertanian seluas 87.840 Ha di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu, yang mengandalkan debit dari Sungai Cimanuk.
Diharapkan dengan modernisasi DI Rentang dapat meningkatkan layanan irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga produktivitas padi juga meningkat dari 5,6 ton/ha menjadi 6,5 ton/ha. Kemudian peningkatan luas tanam dari 43.229 ha menjadi 86.423 ha serta indeks pertanaman melonjak dari 120% menjadi 230%. (sol)
