IPOL.ID – Irigasi memiliki peran vital dalam mendukung swasembada pangan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya fungsi bendung dan saluran irigasi yang berkelanjutan untuk memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata.
Untuk mengoptimalkan layanan infrastruktur irigasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satu upayanya melalui pengelolaan sampah yang kerap menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Penanganan sampah pada saluran irigasi tidak hanya penting untuk mencegah pencemaran air dan tanah, tetapi juga untuk menjaga kelancaran sistem irigasi dan mencegah banjir yang dapat berdampak negatif pada sektor pertanian.
Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.menaruh perhatian serius pada penanganan sampah pada saluran irigasi. Salah satunya berada pada Daerah Irigasi (DI) Rentang dan DI Kamun yang berada di Kabupaten Majalengka, Indramayu, dan Cirebon.

Sampah dari saluran irigasi diangkut oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) ke Workshop Pengolahan Sampah di kawasan Bendung Rentang, dipilah dan didaur ulang sebagai barang yang dapat digunakan kembali, dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Sampah organik diproses menjadi kompos, sementara sampah plastik diolah untuk dijadikan briket dan produk daur ulang lainnya.
