“Hampir klub kekuatannya merata cuma ada beberapa klub saja masih di bawah pembinaannya. Dari 7 klub ini mungkin empat yang kekuatannya merata. Sahabat, Roar, Warriors, GM,” jelas Hengky.
“Tapi saya tidak pernah anggap enteng lawan. Semua berat. Saya gak boleh sombong. Semua berat karena itu setiap pemain harus selalu fokus dan ikuti instruksi pelatih. Teriakan di lapangan itu untuk memperbaiki fundamental. Karena sebenarnya kejurnas ini, kami bukan hanya mengejar kalah atau menang tapi bagaimana menerapkan fundamental bermain basket,” ungkapnya.
Hengky meyakini perjalanan GMC Cirebon U18 ini akan melebihi capaian GMC U16 Tahun. Ini karena secara permainan mereka lebih matang. Lebih terasah mentalnya dan lebih paham sistem. Beda dengan U16 yang masih labil dalam bermain sehingga kadang-kadang mis di sistem.
“Yang tim U18 ini sudah bersama dalam satu tim 3 sampai 4 tahun. Jadi secara sistem sudah mengerti. Style GMC juga sudah paham,” jelasnya.
Menghadapi persaingan menuju tangga juara, Hengky menilai bahwa Warriors bisa menjadi penghalang. Apalagi mereka memiliki Maxine Sutisna. Pengalaman Maxine bermain di Amerika Serikat akan menjadi modal tersendiri bagi Warriors.
