IPOL.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyerap aspirasi warga soal skandal yang menyeret nama Lurah Pulau Panggang, M Fakih Burhanudin (MFB), dalam kasus dugaan penggelapan dana miliaran rupiah. Momen ini terjadi saat Rano menghadiri penandatanganan kerja sama antara Persija Jakarta dan Bank Jakarta di Taman Menteng, Kamis (17/7/2025) lalu.
Dengan nada tegas, Rano mendesak aparat penegak hukum segera menangkap MFB. “Tangkap, repot amat,” tegasnya kepada wartawan yang menemuinya usai acara tersebut sebagaimana dikutip, Sabtu (19/7/2025).
Pernyataan Rano tersebut menyusul laporan PT Bisnis Ekosistem Kreatif Indonesia (BEKI) yang menuding Lurah Fakih, diduga menggelapkan dana proyek senilai Rp1,3 miliar. Dana itu dikirim bertahap sejak Oktober 2024 dengan janji imbal hasil 25 persen, namun hingga Januari 2025 tidak ada pengembalian. Bahkan, cek jaminan yang diberikan disebut tak bisa dicairkan karena spesimennya tidak cocok.
Tak berhenti di situ, kini muncul pengakuan dari mantan karyawan perusahaan MFB yang menambah daftar panjang masalah. Seorang mantan staf berinisial F menyatakan bahwa 16 orang karyawan belum menerima gaji selama tiga bulan, dengan total tunggakan mencapai Rp100 juta.
