Selain berpeluang membawa pulang hadiah, peserta juga akan menikmati hiburan kreatif dari Recycle Percussion, grup musik yang menggunakan alat dari bahan daur ulang seperti ember, tong sampah, dan panci. Penampilan ini menambah nilai unik dan semangat keberlanjutan dalam acara.
Kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran resmi Gas Pencatatan Nikah, kampanye Kemenag yang mengajak generasi muda untuk menghapus stigma negatif terhadap pernikahan, seperti tagar #marriageisscary, #childfree, dan #livingtogetherbeforemarriage.
Selain kampanye, imbuh Abu, juga akan hadir sesi deep talk bersama penceramah Habib Ja’far. Ia akan membagikan pandangan inspiratif tentang makna pernikahan dalam konteks spiritual dan sosial, dengan bahasa yang mudah diterima oleh kalangan muda.
“Kami melihat adanya kecenderungan generasi muda yang menghindari pernikahan atau memilih hidup bersama tanpa ikatan sah. Ini menjadi perhatian kami. Kampanye ini hadir untuk mengedukasi dengan pendekatan positif dan membangun,” pungkas Abu. (ahmad)
