2. Komitmen terhadap NKRI dan Pancasila
Dia kembali menekankan bahwa MUI telah secara resmi menyatakan bahwa NKRI dan Pancasila adalah final dan tidak dapat diperdebatkan kembali.
“Dasarnya adalah dalil-dalil keagamaan, dan ini penting agar masyarakat merasa tenang serta tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.
3. Metodologi dakwah yang efektif dan santun
Dalam hal metode dakwah, Kiai Zubaidi mengingatkan prinsip amar ma’ruf bil ma’ruf dan nahi munkar bil ma’ruf.
Menurutnya, dakwah harus dilakukan dengan sopan santun, penuh hikmah, dan tetap mempertimbangkan efektivitas serta kemaslahatan.
“Apakah dakwah itu dilakukan dengan lemah lembut atau dengan ketegasan? Itu tergantung kondisi dan situasi. Tapi prinsipnya tetap pada mengutamakan terwujudnya tujuan dakwah,” tegasnya.
Dalam standardisasi kali ini, materi disampaikan secara ringkas namun padat, menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MUI untuk menjaga kualitas dakwah di tengah masyarakat dan memperkuat peran dai sebagai agen perubahan yang membawa kedamaian serta nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. (ahmad)
