Karena itu, kedepan diharapkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mencarikan tempat parkir kapal pengangkut agar tidak terparkir di Darmaga utama yang berada di Pulau seribu.
“Jika kondisi seperti itu terus dibiarkan, maka akan menggerus niat wisatawan berkunjung ke Pulau seribu. Padahal pemprov sedang mengupayakan Pulau seribu menjadi destinasi pariwisata yang bisa mendongkrak pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, anggota DPRD 4 periode itu mengusulkan agar pemprov DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah seperti RDF Rorotan meski dalam skala kecil, yakni 1.000 ton perhari di Pulau Seribu.
“Jadi tidak lagi sampah masyarakat pulau yang berasal dari rumah tangga dan cotage-cotage itu harus diangkut ke darat. Cukup dikelola di RDF Pulau, baik yang berada di Pulau Seribu Selatan dan Pulau Seribu Utara,” bebernya.
Terkait dengan lokasi pembangunan RDF di Pulau. Politisi yang akrab disapa Bunda itu menyerahkan pada kewenangan pemprov DKI Jakarta.
“Silakan cari tempat yang ideal, tapi saya berharap 1 Kecamatan untuk 1 RDF. Sehingga bisa memberikan kemudahan bagi pemerintah Kabupaten Pulau Seribu dalam mengatasi persoalan sampah masyarakat,” tandasnya.(sofian)
