Alphonsuz mengungkapkan, bahwa menurunnya omzet bisa jadi karena melemahnya daya beli masyarakat karena kondisi ekonomi yang tidak menentu. Oleh sebab itu, kalangan menengah ke bawah menahan diri untuk berbelanja atau mencari alternatif produk yang lebih murah. Hal itu menyebabkan munculnya fenomena Rohana dan Rojali.
Di tengah tekanan ekonomi, kalangan menengah ke bawah lebih banyak berhemat daripada membelanjakan uangnya saat ini. Sementara itu, kelas atas juga lebih berhati-hati saat berbelanja atau lebih memilih untuk melakukan investasi.
Alphonsuz menambahkan, bahwa fenomena Rohana dan Rojali memang sering terjadi. Hal itu terjadi karena pusat perbelanjaan tidak hanya sebagai tempat untuk berbelanja. Namun, pada momen tertentu jumlahnya bisa meningkat salah satunya karena daya beli yang menurun.(Vinolla)
