“Alhamdulillah, saya buktikan dalam dua bulan ini sudah ada kegiatan pengecoran jalan,” tambanya.
Selain itu, program lainnya yang disiapkan diantaranya; berbagi sembako menjelang Ramadan, pemasangan CCTV di sejumlah titik yang rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban setiap Iduladha.
Lebih lanjut, program bantuan sosial lainnya memberikan akomodasi bagi warga yang sakit sebesar Rp. 200.000 dan warga yang meninggal sebesar Rp. 500.000 lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Program ini ia gagas dengan mengadaptasi nilai-nilai Muhammadiyah seperti kebaikan sosial dan kebermanfaatan mulai dari bantuan warga, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga pelayanan cepat.
“Prinsip saya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Melatih Jiwa Kepemimpinan untuk Masa Depan
Sahdan mengakui bahwa dirinya banyak belajar dari para mahasiswa UMJ yang aktif mengemban jabatan di berbagai organisasi kampus, yang kemudian ia implementasikan di lingkungan masyarakat.
