Demikian pula dengan Nayaka. Walau berasal dari negara catur Uzbekistan, FM V Samandar Shermuhammado yang ratingnya lebih rendah 279 poin memang kalah kelas. Nayaka mengorbankan bidak 20.f5 yang sifatnya sementara, tapi memporak-porandakan sayap-raja Hitam. Lalu langkah taktis 29.Gxe5+ memastikan Nayaka menang satu Gajah selangkah kemudian. Selanjutnya soal teknis saja, dan upaya Nayaka hanya tertunda sebelas langkah saja.
Kini Nayaka dan Adit tetap sama mengumpulkan 4,5 poin (hasil +4 = 1 -2). Babak delapan mereka tetap akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur India CM Arush Chitre (2228) di meja 28, sedang Nayaka bertemu pecatur India juga, CM Hemant Agarwal Mukund (2208) di meja 29.
Mungkin pembaca banyak yang heran kok dua pecatur Indonesia ini sering benar ketemu pecatur India atau Iran. Sekedar catatan, India adalah negara pemegang rekor paling banyak mengirimkan pecaturnya, yaitu 70 orang. Dan negara kedua yang paling banyak mengirimkan pemainnya adalah Iran dengan 20 orang. Lalu 4 negara berikutnya yang mengirim pemainnya sampai dua digit adalah Kazakhstan 14 orang, Rusia dan Armenia 11 orang, serta Azerbaijan 10 orang. (bam)
