Bangsa ini sudah cukup dewasa untuk mengetahui akar masalah yang menghambat pendidikan. Alih-alih merancang program baru yang belum teruji, fokus harus diarahkan pada penyelesaian persoalan lama yang sudah jelas sumbernya.
Pendidikan juga perlu dipandang sebagai bagian integral dari sistem pertahanan negara. Penguatan karakter, literasi digital, dan wawasan geopolitik sebaiknya diintegrasikan ke dalam kurikulum. Dengan begitu, generasi muda akan tumbuh menjadi individu yang pintar sekaligus sadar akan tantangan global, serta siap membela kepentingan nasional di berbagai bidang.
Semangat kemerdekaan tahun ini harus menjadi pemicu koordinasi lintas sektor, memastikan setiap anak—baik di pulau kecil maupun kota besar—memperoleh kesempatan belajar yang setara. Pendidikan berkualitas untuk semua adalah amanat konstitusi, bukan sekadar slogan.
Tantangan yang dihadapi memang besar, tetapi sejarah membuktikan bangsa ini mampu bangkit bila bersatu. Peringatan kemerdekaan kali ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati hadir ketika tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal, tidak ada perbatasan yang terabaikan, dan tidak ada potensi SDM yang dibiarkan tanpa kesempatan untuk menjadi garda terdepan menjaga Indonesia. (Rian)
