Kementerian PU memastikan debit air dari bendungan ini cukup untuk mengairi lahan pertanian sesuai kesepakatan pola tanam antara petani, pemerintah daerah, dan Komisi Irigasi. Stok air dari Bendungan Kedungombo saat ini sebesar 472,39 juta meter kubik pada elevasi muka air 87,67 meter.
Terpisah, Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto menegaskan bahwa Kementerian PU menghormati hasil keputusan bersama yang tertuang dalam SK Pola Tanam yang dikeluarkan pemerintah daerah. Namun meski distribusi air diatur ketat, pihaknya tetap membuka ruang fleksibilitas.
“Apabila ada petani yang membutuhkan air irigasi, Bendungan Kedungombo siap menyuplai, dengan catatan koordinasi harus dilakukan bersama Balai PSDA Seluna, IP3A, GP3A, Dinas PU dan Dinas Pertanian yang merupakan anggota Komisi Irigasi,” ujar Sudarto.
Bendungan Kedungombo dibangun pada periode 1980–1991 dengan kapasitas tampung normal 561,2 juta m³ dan berpotensi mengairi daerah irigasi seluas 61.440 hektare yang tersebar di Kabupaten Grobogan meliputi DI Sidorejo (6.038 ha), DI Sidorejo Kiri/Lanang (1.900 ha), dan DI Sedadi (16.055 ha). Kabupaten Demak (DI Klambu Kiri 20.646 ha), Kabupaten Pati DI Klambu Kanan 9.348 ha), dan Kabupaten Kudus DI Klambu Wilalung 7.457 ha). (vit)
