Tidak hanya alat pemadam kebakaran, BNPB turut membawa perahu polietilen beserta dayung dan rompi pelampung yang dapat diandalkan untuk melakukan evakuasi korban banjir.
Kemudian tersedia maket sejumlah infrastruktur yang selalu digunakan dalam rangka penanganan pengungsi seperti tenda pengungsi, instalasi sanitasi dan maket rumah tahan gempa jenis RIKSA.
Penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat dalam keadaan terjadi bencana, namun juga ada fase pascabencana. Para masyarakat terdampak bencana juga dilatih untuk bangkit kembali menghadapi kehidupan setelah dilanda bencana.
Para penyintas bencana diberikan pendampingan melalui peningkatan sosial ekonomi dengan cara membuat suatu produk, mengemas hingga mempromosikan hasil dari produk tersebut ke masyarakat.
Kali ini produk dipromosikan berupa Rengginang Seafood dari Kabupaten Lampung Selatan, Kopi Susup dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Bawang Putih Hitam dari Kabupaten Lombok Timur, Sambal dari Kabupaten Mamuju.
“Hadirnya BNPB di pameran EDRR 2025, diharapkan masyarakat lebih mengenal dan mengetahui terkait penanggulangan bencana di Indonesia. Juga komitmen untuk meningkatkan ketangguhan bangsa menghadapi bencana,” pungkas Suharyanto. (Joesvicar Iqbal)
