Menurut Asnawi, membiasakan budaya hidup sehat kepada siswa lebih mudah dibandingkan mengedukasi orang dewasa. “Mengubah perilaku merokok saja untuk berhenti itu sulit, tetapi kalau anak-anak sekolah jauh lebih mudah,” ujarnya.
Ia berharap budaya hidup sehat yang dimulai dari sekolah dapat terus berlanjut sampai mereka dewasa. “Itulah kenapa kita memandang sekolah ini menjadi entry point yang baik untuk membangun budaya bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu siswa penerima manfaat program ini di SMA 6 Tangerang Selatan mengaku antusias menjalani pemeriksaan. “Sempat deg-degan pas pemeriksaan darah aja, tapi setelah itu enggak apa-apa,” kata Aryo Gustian Wisesa, siswa kelas X. (tim)
