“Emang saya lewat udah teriak gitu, cuma udah banyak warga disini. Entah Ibunya entah neneknya (yang teriak) cuma ada yang bilang Ibunya sih. Saya gatau, soalnya dia jarang gaul, jarang keluar,” ujar Agus, saat ditemui awak media, Minggu (31/8/2025).
Dalam peristiwa ini dilaporkan langsung oleh pihak RW. Kemudian pihak kepolisian berbarengan dengan ambulans datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 05.00 WIB.
“Yang laporan RW sekitar jam 04.00 WIB, polisi datang tuh subuh. Pokoknya ambulans sama polisi datang bareng,” jelas Agus.
Agus menyebutkan bahwa saat ini tidak terlihat adanya aktivitas dari dalam rumah korban.
Namun beberapa pelayat tampak masih berdatangan, walau rumah itu tertutup rapat dan terdapat garis polisi terpasang di lokasi kejadian.
“Dari kemarin juga gak ada aktivitas, ngelayat mah ada dia kan sekolahnya di bakti mulia tuh,” ujar Agus.
Sejurus Agus belum mengetahui informasi mengenai penyebab sopir keluarga tersebut tega menghabisi nyawa korban yang masih terbilang anak-anak.
