“Ini membuktikan Budaya Betawi masih hidup dan harus terus dijaga,” kata Khoirudin.
Ia menegaskan, revisi Perda harus memberi ruang partisipasi warga Betawi dalam pembangunan Jakarta. “Kita ingin orang Betawi diberikan ruang untuk bisa sama-sama membangun kotanya sendiri,” pungkasnya. (ahmad)
