Tercatat, hingga 19 Agustus, sudah dilakukan 9 sorti penerbangan dengan total 7,2 ton bahan semai berupa NaCl dan CaO. Penyemaian ditujukan ke wilayah perairan utara DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang. Rata-rata setiap sorti menggunakan 800 kg bahan semai dengan durasi terbang mencapai 12 jam 52 menit.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan operasi ini dilakukan dengan perhitungan ilmiah untuk mengatur distribusi hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan banjir.
“Dengan kolaborasi lintas lembaga, kami berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” katanya.
Selain OMC, Pemprov DKI juga melakukan berbagai langkah mitigasi lain seperti normalisasi saluran air, penguatan sistem peringatan dini, simulasi kesiapsiagaan, pemetaan wilayah rawan banjir, hingga edukasi publik.(Sofian)
