“Klaster kedua adalah untuk guru dan dosen. Itu belanjanya dari mulai gaji sampai dengan tunjangan kinerja tadi. Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, ‘Oh, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar.’ Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Sebagai catatan, pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. (far)

