“Berdasarkan yang pertama itu tentu saja di luar kawasan risiko bencana karena lokasi ini dipilih oleh Badan Geologi. Memang ini disediakan oleh pemerintah daerah dengan beberapa pertimbangan dan betul-betul sudah tak ada permasalahan,” kata Suharyanto, saat meninjau lokasi huntap tahap pertama ini.
Sebelum dibangunnya huntap, lanjut Suharyanto menjelaskan, pemerintah akan memulai terlebih dahulu pembangunan infrastruktur utama yakni jalan umum sepanjang 8 kilometer.
Pengerjaan pengerasan jalan ini nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai jalan utama menuju lokasi huntap yang sekaligus menjadi akses mobilitas peralatan dan bahan material pembangunan.
Kepala BNPB pun optimistis apabila pembangunan huntap akan berjalan lancar. Selain itu, sebagian besar material untuk pembangunan rumah instan sederhana sehat (RISA) sudah tersedia di lokasi, tinggal menunggu proses perakitan.
“Kemarin sudah dilakukan rapat dan sudah ada tender, September sudah masuk sehingga kalau kita ke sini (meninjau) lagi sudah lebih bagus tempatnya. Sedangkan Kementerian PKP juga sudah meninjau lokasi ini, sudah menyusun RAB jadi tentu saja proses penyiapan lahan juga membutuhkan sumber daya tak sedikit,” terang Suharyanto.
