Sebanyak 50 kopel atau 250 unit hunian/KK saat ini dalam proses pembangunan dan ditargetkan akan rampung pada akhir Agustus 2025 untuk mengakomodir pengungsi masih berada di tenda pada pos lapangan Konga.
Selain itu, di hari yang sama kepala BNPB juga mengunjungi Desa Bogalima, Kecamatan Adonara, guna melihat perkembangan dari pembangunan 52 unit rumah bagi warga terdampak konflik sosial antara dua kelompok masyarakat yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tidak hanya pembangunan rumah, Kepala BNPB Suharyanto juga memastikan pengerjaan infrastruktur berupa jalan umum dan sumur bor untuk akses air sesuai aspirasi dari warga setempat di Desa Illepati berjalan baik.
“Alhamdulillah rumah yang kemarin terbakar sudah dalam proses perbaikan, sudah selesai satu unit dan 51 unit lainnya masih tahap pengerjaan. Semua sedang berjalan mungkin agak lambat karena tentu saja material dan kondisi tukang berpengaruh tapi kami melihat terus berjalan pengerjaan semoga dalam waktu dekat akan selesai,” tukasnya.
Suharyanto sekali lagi menambahkan, apa yang menjadi aspirasi dan permasalahan di tengah masyarakat di NTT dan telah menjadi kepentingan masyarakat merupakan prioritas untuk ditindak lanjuti. (Joesvicar Iqbal)
