Sistem persinyalan LRT Jabodebek, sambung dia, bekerja melalui komunikasi dua arah secara real-time antara kereta dan Operation Control Center (OCC).
Informasi posisi, kecepatan, dan jarak antar kereta diperbarui terus menerus. Memastikan pengendalian pergerakan secara akurat dan responsif.
“Sistem juga dilengkapi fitur Automatic Train Protection (ATP) untuk menjamin pengereman presisi serta pengendalian kecepatan, dan interlocking system guna mencegah konflik rute maupun potensi tabrakan,” jelasnya.
Teknologi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti halnya keselamatan perjalanan lebih terjamin. Ketepatan waktu dan waktu tunggu lebih singkat, kapasitas angkut lebih besar dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan kenyamanan berkendara berkat akselerasi serta pengereman halus.
Purnomosidi mengatakan, pusat kendali memantau sistem selama 24 jam nonstop guna antisipasi gangguan pada sistem onboard dan sistem dapat melakukan pemulihan otomatis.
Bahkan Train Attendant juga disiagakan untuk mengambil alih kendali secara manual dengan pengawasan ketat dari OCC.

