Dikatakannya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seringkali terjadi kesenjangan antara teknologi yang ada dengan kesediaan petani untuk mengadopsi. Oleh karena itu, penanganan usaha tani apel berkelanjutan dan berdaya saing perlu untuk mempertimbangkan aspek kesediaan petani apel untuk mengadopsi.
Lyli berpendapat, model awal pembenah tanah bisa memperbaiki struktur tanah dan kualitas hasil dari yang menggunakannya. Harapannya, petani yang menggunakan ini, pendapatannya akan meningkat.
Ia berharap pembenah tanah ini dilakukan secara kesadaran oleh petani. Petani sebagai pelaksana di lapangan, benar-benar mengoperasikan langsung. Sehingga, penggunaan pembenah tanah bisa sesuai dengan penerapan ekonomi sirkuler sebagai intervensi perilaku. Ini sebagai edukasi utama. (tim)
