IPOL.ID – Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lyli Mufidah memaparkan model implementasi awal ekonomi sirkuler berbasis penerimaan petani apel. Lyli mengungkapkan dampak agronomis yang meliputi perbaikan struktur tanah, meningkatkan produktivitas, dan kualitas hasil panen. “Lalu dampaknya yaitu adanya peningkatan pendapatan melalui efisiensi dan peningkatan produksi, serta penciptaan siklus berkelanjutan (sustainability loop),” ucapnya.
Diungkapkannya, tujuan model ini untuk implementasi awal penerapan ekonomi sirkular (pembenah tanah) yang diterima petani apel, untuk mewujudkan keberlanjutan usaha tani apel. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa sekitar 30% lahan pertanian di Indonesia mengalami penurunan kualitas akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan.
Penerapan prinsip ekonomi sirkuler melalui efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, dan peningkatan nilai tambah dapat menjadi alternatif peningkatan profit, tanpa mengabaikan lingkungan.
