Untuk penguatan karakter dan jati diri mahasiswa baru selama PKKMB, Polimedia mengundang Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Senada dengan Tipri, Beny mendorong para mahasiswa baru untuk mampu mempertajam daya pikir kritis. “Saat ini dengan adanya chat GPT, logika dan daya pikir kritis kita melemah. Jadi kita harus bijak menggunakan teknologi. Mahasiswa baru kami berharap tetap mampu menganalisis dan membuat keputusan yang inovatif dan kreatif,” kata Beny.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa baru mampu belajar dan berkarya dengan menyeimbangkan soft skill dan hard skill. Untuk mengasah hal itu, ia memaparkan bahwa terdapat banyak program kemahasiswaan yang bisa diikuti. Seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
“Kami berharap mahasiswa Polimedia bisa mengikuti proram ini. Semua program ini memiliki dampak sesuai dengan tagline Kemendiktisaintek yaitu Kampus Berdampak,” ujar Beny dalam Orasi Ilmiah bertajuk “Talenta Muda untuk Masa Depan Indonesia Emas 2045”.
