Lanjut Arya menambahkan, beberapa pasien juga mengalami diare setelah fase muntah. Namun, seluruh pasien masih dalam kondisi sedang dan tidak ada korban meninggal.
RSUD Lebong bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab utama keracunan. Hingga kini, pasien baru dari sejumlah sekolah masih terus berdatangan. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia dapur umum MBG di Kecamatan Lebong Sakti belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.
Mendapat laporan, Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, SH SIK, menegaskan seluruh pihak sudah bergerak cepat. Menurutnya, kondisi para siswa yang dirawat kini stabil.
“Alhamdulillah tidak ada yang gawat. Sebagian masih diinfus karena banyak cairan keluar akibat muntah. Penyebabnya masih diteliti,” kata AKBP Agoeng Ramadhani, pada Kamis (28/8/2025).
Lanjut ia menyampaikan bahwa Polres bersama Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dari dapur MBG untuk diuji laboratorium. Hasil uji akan menjadi dasar penentuan penyebab keracunan massal. Kapolres juga menghimbau keluarga siswa menjaga ketertiban di rumah sakit.
