“Kami akan tetap bertahan, tidak ingin direlokasi ke Lenteng Agung,” tegas Karno.
Karno pun menegaskan, untuk relokasi pemindahan dari tempat lama ke tempat yang baru dikeluhkan para pedagang. Pasalnya, tempat yang baru (Lenteng Agung) itu masih area tanah kosong dan belum dibangun.
“Kami sudah cek kesana, itu masih tanah kosong, itu masalahnya. Jadi kami suruh jadi pengangguran, ini sudah kerja disuruh jadi pengangguran”.
Informasi yang didapat para pedagang pada Minggu (3/8/2025) hari ini, kata Karno, sudah ada persetujuan dari para pedagang untuk pengosongan kios di Barito. “Tidak ada info itu sampai ke kami, jadi kami (pedagang) tetap bertahan,” tegasnya.
Dijelaskan oleh pedagang setempat, Karno bahwa Ketua kelompok pedagang Pasar Barito sebelumnya yakni Sulardi yang diarahkan oleh UMKM untuk disuruh membuat surat agar pedagang Barito mengosongkan kios. Kata-katanya pun seperti diarahkan, para pedagang disuruh membuat surat.
“Ketua kelompok pedagang Pasar Barito yang sebelumnya yakni Sulardi ya nurut-nurut saja, kami juga disuruh paraf mewakili para pedagang, sedangkan para pedagang tak ingin paraf. Kan perlu dimusyawarahkan terlebih dulu, setuju atau tidak buat paraf untuk relokasi,” tegas Karno yang baru dua hari kemarin ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Pedagang Barito.
