“Namun jika Pemprov DKI Jakarta atau Pemkot Jakarta Selatan sudah bicara seperti itu, benahi dulu dong lokasi di Lenteng Agung, bangun dulu dong, slot kiosnya saja belum ada, ya kalau panas kepanasan, ya hujan kehujanan disana,” tambahnya.
Tidak hanya itu, selama ini para pedagang Pasar Barito rutin membayar uang retribusi Rp 150 ribu per bulan. Namun ada pembayaran lainnya seperti untuk uang kebersihan, keamanan dan ketertiban. “Itu kolektifan kami para pedagang sini”.
Sehingga untuk saat ini terkait relokasi para pedagang Pasar Barito belum ada koordinasi lanjutan dari pihak Pemkot Jakarta Selatan. Karena informasi dihimpun, para pedagang burung di kawasan Pasar Barito diharuskan mengosongkan kios pada Minggu hari ini sampai dengan pukul 11.00 WIB.
Akan tetapi, para pedagag tetap akan bertahan di kiosnya masing-masing.
“Kami harap semoga tidak ada relokasi, jika direlokasi tempatnya dimana? Kalau digiring ke Pasar Mampang Prapatan di lantai 3, mungkin tidak dagang di sana? Kan tidak mungkin. Jadi kami menolak,” keluh pedagang Pasar Barito yang sudah berjualan burung sejak tahun 1975. (Joesvicar Iqbal)
