Tuan rumah mendapat penalti pada menit ke-76 setelah Max Dowman dilanggar Pau Navarro di kotak terlarang. Martin Odegaard yang maju sebagai algojo sukses memperdaya kiper Diego Conde dan memperkecil skor menjadi 2-3.
Meski terus menekan di sisa waktu, Arsenal gagal menembus pertahanan Villarreal yang bermain solid. Skor 2-3 bertahan hingga laga usai.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Arsenal menjelang musim baru, terutama dalam penyelesaian akhir dan kerapuhan lini belakang.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menyebut kekalahan ini menyakitkan dan menyoroti kelemahan sektor pertahanan.
“Hari ini, saya pikir hasilnya menyakitkan. Mereka sangat efisien, tapi kami naif, terutama dalam cara kami bertahan di ruang-ruang terbuka. Dengan gaya bermain kami, hal itu seharusnya bisa kami kuasai betul,” kata Arteta dilansir Skysport, Kamis (7/8/2025).
“Hari ini kami benar-benar tidak bagus di area itu, dan itu sudah pasti membuat kami kalah,” sambungnya.
