IPOL.ID – Sebuah alat pemantau aktivitas Gunung Kelud milik Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilaporkan hilang. Peralatan yang baru dipasang pada tahun 2024 itu diduga dicuri dari Stasiun Jura, pos pemantau di Desa Karangrejo, Kabupaten Blitar.
Menurut Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Kelud, Budi Prianto, hilangnya perangkat ini membuat data dari sisi selatan gunung tidak dapat terpantau.
“Pantauan secara umum tidak terganggu. Hanya data dari wilayah selatan saja yang berhenti masuk sejak beberapa hari lalu,” kata Budi, Kamis (11/9).
Dugaan pencurian muncul setelah petugas menyadari data dari alat tersebut berhenti masuk. Awalnya, mereka mengira alat itu rusak.
Namun, saat pengecekan lapangan pada 8 September lalu, diketahui perangkat senilai Rp1,5 miliar tersebut sudah tidak berada di tempatnya.
Peralatan yang hilang mencakup beberapa komponen penting, antara lain GNSS Leica GR30, seismik broadband certimus, kabel grounding tower, penangkal petir, kabel solar panel, 6 unit aki panasonic, dan switch hub moxa.
