IPOL.ID – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri segera mengevaluasi dan menyelesaikan tumpang tindih kebijakan yang dinilai menghambat perkembangan industri nasional.
“Panja ini harus menjadi alat evaluasi yang tajam terhadap kebijakan-kebijakan yang tumpang tindih dan tidak berpihak pada pelaku industri. Industri besar wajib memberi dampak nyata bagi ekosistem akar rumput, termasuk UMKM,” ujar Novita dalam rapat di Gedung DPR RI, Selasa (16/9/25).
Novita menyoroti potensi kopi Indonesia yang belum dimanfaatkan maksimal untuk pasar global. Ia menilai Panja harus mampu menjawab kebutuhan pasar internasional sekaligus memastikan petani kopi lokal masuk dalam rantai nilai ekspor.
Selain itu, Novita menekankan perlunya sinkronisasi regulasi lintas kementerian agar pelaku industri memiliki kepastian hukum dan iklim usaha yang sehat.
“Regulasi yang tidak konsisten membuat pelaku industri sulit bergerak. Perizinan antar-kementerian harus segera diselaraskan,” tegasnya.
