“Mau kecil mau besar, kalau namanya hak ya tetap hak kita. Apalagi ini warisan dari papa, dan warga sekitar juga tahu kalau papa memang membeli cukup banyak tanah di sini,” tegasnya.
Awalnya, Ashanty berupaya menyelesaikan sengketa ini secara baik-baik dengan pihak yang juga mengklaim tanah tersebut. Namun, persoalan menjadi semakin rumit setelah tanah itu dijual ke developer, sementara pembayaran kepada pihak yang mengklaim pun belum jelas.
“Bapak (penjual) bilang ke kami belum dibayar, hanya DP kecil. Aku jadi bingung mana yang benar, mana yang enggak,” jelasnya.
Kekecewaan Ashanty semakin bertambah setelah melihat developer mulai melakukan pembangunan di lahan yang disengketakan. Padahal sebelumnya pihak developer sempat menemui dirinya untuk mencari solusi.
“Sekarang developer malah main bangun-bangun. Itu yang bikin aku kecewa. Tapi aku pastikan akan terus berjuang,” tegasnya. (Vinolla)
