Mensos menjelaskan, bantuan ini diberikan kepada sejumlah petugas kepolisian maupun warga sipil yang menjadi korban kerusuhan akhir Agustus 2025 lalu.
Pihaknya juga akan terus memantau kondisi medis dan rehab-rehab yang harus dijalani para korban rawat inap maupun rawat jalan di RS Polri Kramat Jati.
“Bantuan ini untuk meringankan kepada keluarga korban ya, mudah-mudahan bisa cepat sembuh, pulih dan segera bisa bertugas,” tukasnya.
Mensos Saifullah menegaskan bahwa Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan santunan kepada tujuh keluarga korban meninggal dunia dan sembilan luka berat dari masyarakat sipil.
Sedangkan, untuk petugas kepolisian yang luka berat masih ada sekitar lima sampai enam orang yang masih dirawat inap di RS Polri.
“Kalau luka rawat jalan lumayan banyak ya, ada sekitar 50 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Nariyana menambahkan, RS Polri tengah merawat sekitar 53 orang korban kerusuhan demo pada pekan lalu.
Lima orang, sambung dia, merupakan warga sipil dan 48 orang lainnya adalah anggota kepolisian.

