“Pencemaran akibat plastik dapat merusak tanah dan air, menghancurkan ekosistem laut, mengganggu rantai makanan, bahkan memicu banjir karena saluran air tersumbat,” kata Multanti.
Lebih jauh, Multanti menambahkan, bahaya plastik juga mengancam kesehatan. Mikroplastik kini ditemukan dalam tubuh manusia, sementara kandungan bahan kimia di dalamnya berpotensi menimbulkan penyakit kronis. Dari sisi sosial-ekonomi, pencemaran plastik terbukti merugikan sektor perikanan, pariwisata, hingga meningkatkan beban pengelolaan sampah.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti membiasakan diri menggunakan tas pakai ulang. Dengan begitu, masyarakat pekerja maupun umum diharapkan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan menjadikan kepedulian tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” tutur Multanti. (msb/dani)
